Mesin Pencetak Pelet Bisa Jadi Mesin Pencetak Uang

Saturday, February 8th 2014. | Mengembangkan Bisnis

Jeli melihat peluang adalah modal utama bagi Anda yang ingin membuka usaha. Salah memasuki jenis bisnis akan membuat Anda mudah gagal. Seperti yang berhasil dilakukan oleh Deni, lelaki asal Garut, Jawa Barat ini memilih membuka usaha Pelet. Ia memilih memproduksi pelet ini pada tahun 2011 silam. Berawal dari kegemarannya memelihara ayam memunculkan ide untuk memproduksi pelet sebagai makanan ayam, bukan hanya untuk pangan ayamnya sendiri namun juga untuk di jual ke pasar terdekat rumahnya.

Lelaki asli Garut ini membuat peletnya sendiri di kediamannya di Panunggangan, Garut, Jawa Barat dengan dibantu istrinya. Harga peletnya Rp 6 ribu per kilo menjadi harga patokan pelet di pasaran. Namun, harga tersebut belum menjadi harga tetap. Jika pedagang pasar ingin membeli pelet dengan jumlah yang besar, harga bisa kembali turun karena proses tawar menawar.

Pelet yang ia produksi berisi campuran beras yang dipadukan dengan dedak kemudian diberi air lalu dicetak bulat-bulat. Pelet seperti inilah yang dijadikan ladang usaha Deni saat ini. Tak disangka banyaknya permintaan pasar dan perkembangan dari usaha yang ia gelutinya, bapak dari 2 orang anak ini kemudian memperkerjakan 2 orang karyawan tetap.

Untuk kegiatan usahanya itu, kini ia dibantu oleh 2 orang karyawan yang bekerja dengan alat sederhana dan manual sehingga dalam sehari pelet yang dihasilkan hanya mencapai 500 kg.


1 ton per hari

Menyadari terus menerus mengalami peningkatan bukan hanya dari konsumen yang datang, namun dari tempat penggilingan pun menjadi sasaran penjualan peletnya dalam jumlah yang besar. Berbekal informasi dari internet, Deni membeli mesin cetak pelet tipe CTK-P75 dari Maksindo. Keputusan ini pun berbuah manis. Produksi pelet buatannya meningkat 2x lipat setiap harinya. Saat ini ia mampu memproduksi 1000 kilogram atau 1 ton pelet perharinya.

Kini harga jual pelet buatan Deni naik 50% menjadi Rp 9 ribu per kilonya. Meskipun mengalami kenaikan harga, pelet produksi rumahan buatan Deni ini tetap laku dipasaran. Bahkan, ia tidak lagi menjual peletnya ke pasar karena takut harganya turun akibat nego harga. Saat ini konsumennya sendiri yang mendatangi tempat produksi pelet buatannya. Bukan hanya dirumahnya sendiri saja, tetapi di Kampung Sangkan kec. Samarang menjadi lokasi kedua usaha pembuatan pelet miliknya. “Mesin produksi Maksindo sangat baik kerjanya. Mudah digunakan dan karyawan saya juga tidak terlalu lelah kerjanya dibanding dulu,” ujar Deni.

Rencananya ia akan membeli mesin keduanya yang diproduksi Maksindo karena melihat usaha yang ia tekuni ini terus mengalami peningkatan. Ia berharap Maksindo dapat tetap menjaga kualitas mesin yang di produksinya.

 

Tips Membangun Usaha:

1. Mulailah dari hobby sendiri.

2. Buat usaha yang sederhana terlebih dahulu.

3. Jangan kecil hati dengan keuntungan masih sedikit, terus lakukan dengan ketekunan dan keuletan.

4. Niat dan usaha yang sungguh-sungguh adalah kunci keberhasilan bisnis Anda tumbuh dan berkembang.

 

 

(Renaldi Ardiansyah)

 

Related For Mesin Pencetak Pelet Bisa Jadi Mesin Pencetak Uang