Guru Yang Beralih Jadi Pengusaha Snack – Produksi 1 Kuintal Kentang Kering Per Hari

Friday, February 7th 2014. | Marketing

Jiwa wirausaha ternyata juga dimiliki oleh seorang guru yang beralih profesi sebagai pengusaha. Sebagaimana yang terjadi pada guru jurusan Akuntansi di SMK PGRI Tuban, Jawa Timur ini. Ia memutuskan untuk pensiun sebagai guru dan membuka kegiatan wirausaha. Ialah Darsiman, yang ketika dihubungi oleh tim redaksi Maksindo menceritakan usaha yang dijalani berdua dengan sang istri. Bersama Tulus Wibawati, mereka menjalankan usaha yang didirikan pada awal 2012. Darsiman ingin, jika masuk ke masa pensiun  mereka sudah memiliki usaha yang dapat menghidupi masa tua. Maka dari itulah, Darsiman memutuskan untuk pensiun dini meskipun Tulus masih berstatus sebagai guru di sekolah yang sama.

Ia mengatakan, usaha yang dikelola oleh keluarganya ini 89diberi nama kering kentang “Kirana”. Tidak hanya kentang saja komposisi produknya, ia juga memasukkan teri Medan dengan rasa sedikit pedas. Kering kentang Kirana ini distribusikan ke lima kabupaten di Jawa Timur, di antaranya adalah Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Jombang, dan Nganjuk.

“Saya distribusinya ke minimarket dan supermarket yang ada di sana, di mana dalam satu kabupaten kira-kira ada 10 hingga 11 outlet,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan akan permintaan terhadap makanan dengan rasa gurih, pedas-manis nan renyah ini, Tulus mengembangkannya menjadi sebuah industri kecil, CV Putra Mandiri Perkasa Tuban yang berlokasi di Jalan Brawijaya, Kebonsari 3 No. 500 Tuban. Ketika usaha sudah berjalan satu tahun, ia masih dibantukan oleh empat karyawan. Di mana dalam proses produksi masih menggunakan tenaga secara manual. “Kalau begini terus yang ada saya nggak bisa bersaing dengan usaha yang sejenis, apalagi permintaan terus bertambah,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Darsiman mencari sebuah mesin yang bisa memudahkan usahanya agar lebih berkembang. Ketika itu, Maksindo menjadi pilihannya karena mesin yang dibutuhkan ternyata dimiliki oleh Maksindo. Barulah setelah menemukan solusi, ia membeli dua buah mesin PotatoPealer CP X 15C dan mesin perajang umbi PRJ 200H di Toko Mesin Cabang Surabaya.

“Setelah membeli mesin, otomastis produksi saya bertambah. Dulu saya pernah membuat perbandingan. Saya panggil enam orang untuk produksi menggunakan mesin, dalam setengah hari saja produksinya ternyata bisa dapat banyak dibandingkan ketika saya masih menggunakan tenaga manusia. Setelah pakai mesin, volume produksi bertambah,  otomatis cost berkurang karena saya nggak harus mempekerjakan banyak orang,” kenangnya ketika itu.

Darsiman menuturkan sebelum menggunakan mesin, dalam satu harinya ia hanya bisa memproduksi 50 kilogram kentang. Namun, sekarang bisa memproduksi hingga dua kuintal kentangatau kira-kira 400 bungkus dalam satu harinya. Ia menjamin bahwa kentang yang digunakan merupakan kentang super dan pilihan yang didatangakan langsung dari Bromo, Jawa Timur. Tak hanya kentang yang memiliki kualitas paling baik, ia juga tidak pernah menggunakan bahan pengawet dan pewarna buatan untuk produksinya sehingga aman bagi tubuh dan bisa bertahan hingga tiga bulan.

Karena tahan lama, Darsiman mulai merambahkan wilayah distribusinya. Tak hanya dijual di lima kabupaten di Jawa Timur. Dengan harga jual Rp 12.000 per bungkus, kering kentang “Kirana” juga di-reseller di wilayah Malang, Jakarta Timur, Bogor hingga Kalimantan. “Kalau untuk reseller kita kirimnya seminggu sekali, “ ujar pria asli Tuban ini.

Kini usahanya sudah memiliki 15 orang karyawan sehingga bisa lebih menjangkau lapisan masyarakat. Darsiman mengatakan bahwa ia dulu harus mengeluarkan Rp 30 juta untuk modal awal. Ternyata usaha ini dapat memberikan keuntungan dan hasil yang baik untuknya, terbukti  dalam waktu enam bulan ia bisa balik modal di mana omzet yang didapat hingga Rp 120 juta.

Berbicara rencana jangka panjang, Darsiman mengatakan bahwa akan menambah wilayah pemasok kentang. Kentang Dieng menjadi pilihannya. Hal tersebut dikarenakan ia beberapa kali mengalami kendala seperti stok kentang yang jelek bahkan kehabisan stok. “Saya juga akan menambah penjualan di tiga kabupaten, seperti Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Tetapi saat ini masih butuh waktu persiapan,” ungkapnya mengakhiri perbincangan.

 

(Herti Annisa)

Related For Guru Yang Beralih Jadi Pengusaha Snack – Produksi 1 Kuintal Kentang Kering Per Hari